Menunggu Kelanjutan Gugatan Warga Saat Banjir

Menunggu Kelanjutan Gugatan Warga Saat Banjir

Berita Terunik – Banjir melanda ibukota pada 1 Januari 2020. Kecelakaan datang tanpa terbendung, sedangkan di malam hari, warga Jakarta merayakan malam tahun baru.

Karena banjir, ratusan ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Rumah dan kendaraan mereka terendam banjir.

Menunggu Kelanjutan Gugatan Warga Saat Banjir

Tidak, terima kasih rumahnya banjir, mereka sibuk untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Membawa lebih dari 300 warga Jakarta yang mendaftar untuk Tim Korban Advokasi Banjir Jakarta pada tahun 2020.

anggota tim advokasi korban banjir Jakarta pada tahun 2020, Lubis Diarson diundang untuk warga Jakarta yang ingin mengajukan gugatan melalui email banjirdki2020@gmail.com. AGEN DOMINO

“Ya, sudah melebihi jumlah (300),” kata Diarson, Rabu Januari 8, 2020.

Sampai saat ini, tulisan pendaftaran belum ditutup. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada batas jumlah penggugat. Sementara itu, Diarson kata keluhan, akan ditutup sebelum mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Tidak ada target jumlah, kami menerima terus,” katanya.

Saat ini, tim masih memverifikasi dan mengklasifikasikan Diarson pendaftaran penduduk. Warga yang mendaftar sendiri meminta agar data meliputi nama, alamat, nomor ponsel, bukti Jakarta ID card, rincian dan perkiraan jumlah kerusakan, serta foto-foto bukti kerugian akibat banjir.

“Untuk melanjutkan laporan verifikasi dan mengklasifikasikan,” kata Diarson.

Selain warga, sejumlah pengusaha juga menuntut kompensasi kepada Pemprov DKI Jakarta untuk banjir yang menggenangi sejumlah pusat belanja atau mal pada 1 Januari 2020 lalu.

Ketua Asosiasi Indonesia Penyewa Pusat Belanja (HPPBI) Budihardjo Iduansjah di Jakarta mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada pemerintah kota untuk membahas kompensasi kerugian akibat banjir.

“Kami ingin bersikap adil banjir ini saja untuk kompensasi. Sejauh ini kita menuntut beberapa kebijakan yang menghamhat dibebaskan, seperti pajak,” kata Budihardjo di Jakarta, Sabtu (2020/01/11).

Sebagai hasil dari banjir yang melanda Jakarta pada awal tahun 2020, sejumlah mal terpaksa tidak beroperasi untuk keselamatan para pengunjung.

Salah satu contoh, Mal Taman Anggrek terpaksa menutup karena kerusakan pembangkit listrik sebagai akibat dari banjir. AGEN DOMINO TERPERCAYA

Untuk menghindari banjir susulan, Mal Taman Anggrek membuat tanggul dengan karung pasir karung dan terpal untuk mencegah air memasuki ruangan pembangkit listrik di lantai atas bangunan.

Selain itu, Budihardjo juga menyebutkan dari data yang diperoleh, dan Cipinang Mal Lippo Mall Puri terpaksa menutup lebih dari seminggu.

Budihardjo mengatakan, saat perkiraan kasar, salah satu mal bisa kehilangan hingga US $ 15 miliar untuk operasi dekat setengah bulan ini.

“Kami menargetkan per meter persegi Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan, mereka menutup setengah bulan. Misalnya Rp 500.000, luas mal sekali ketika ada 30.000 meter persegi, bisa mencapai 15 miliar kerugian atas tutup,” kata Budihardjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *